Beternak Ikan Cupang

Untuk cara berternak ikan cupang ini ada di http://ade01.blogspot.com/2009/02/cara-ternak-anak-ikan-cupang.html

Teknik Pemijahan dan Produksi

Pada induk jantan yang matang gonad warna siripnya lebih cerah sedang pada induk betina perutnya membuncit dan secara transparan, telur pada saluran pengeluaran dapat terlihat.

Pada prinsipnya pemijahan dilakukan secara berpasangan dalam setiap wadah yang terpisah (akuarium, ember atau dalam kotak-kotak yang ditempatkan didalam bak). Sebelum dicampurkan induk betina dimasukkan dalam botol agar tidak mengganggu jantan dalam membuat sarang busa. Sarang dibuat dengan cara mengambil gelembung udara dari permukaan dan melepaskannya ke bawah permukaan daun atau tanaman air yang mengapung dipermukaan air. Proses ini berlanjut berjam-jam dengan sesekali berhenti untuk makan.

Bila sarang telah siap, induk betina dikeluarkan dari botol, dicampurkan dengan jantan agar dapat memulai pemijahan. Pada saat pemijahan tubuh jantan menyelubungi induk betina membentuk huruf ” U ” dengan ventral saling berdekatan selama + 1 menit sampai mengeluarkan telur yang segera dibuahi sperma. Telur perlahan tenggelam dan akan segera diambil oleh induk jantan dengan mulutnya untuk selanjutnya diletakkan disarang busa. Proses pemijahan berlangsung selama + 1 jam dengan 20-25 tahap pemijahan yang sama. Ketika aktifitas pemijahan berakhir, induk betina dipindahkan dari tempat pemijahan untuk dikembalikan ke tempat pemeliharaan induk, namun sebaiknya lebih dulu dimasukkan dalam larutan metyline blue 2 mg/liter selama 24 jam untuk mengobati luka yang mungkin ada setelah pemijahan. Sedang induk jantan tetap pada wadah pemijahan untuk merawat dan menjaga telur sampai menetas. Dalam setiap kali pemijahan diperoleh telur sebanyak 1000-1500 butir. Selanjutnya pemeliharaan larva dan pendederan serta pembesaran dapat dilakukan pada wadah berupa bak tembok dengan pakan berupa cacing Tubifex sp. atau Chironomus sp. untuk siap dipasarkan.

Teknik Memperbanyak Ikan Betta Jantan

Ikan betta jantan mempunyai warna yang lebih cerah dan sirip-sirip yang lebih panjang dibanding ikan betta yang betina. Oleh karena itu ikan betta jantan lebih diminati konsumen dan mempunyai nilai komersial yang lebih tinggi dibanding yang betina. Sehubungan dengan itu perlu dilakukan teknik memperbanyak produksi ikan betta jantan dalam setiap kali pemijahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian hormon androgen pada masa diferensiasi kelamin.

Teknik pemberian hormon tersebut adalah dengan cara meremdam telur ikan betta pada fase bintik mata ( + 30 jam setelah pemijahan ) kedalam larutan hormon 17 Alpa metiltestosteron dengan konsentrasi 20 mg/liter air selama 8 jam. Pembuatan larutan hormon tersebut adalah dengan cara melarutkan hormon sebanyak 20 mg ke dalam 1 ml alkohol 70 % dan selanjutnya dimasukan keair yang akan dipakai merendam sebanyak 1 liter.

Telur hasil perendaman dimasukkan kembali kedalam wadah yang berisi air dengan diberi larutan metyline blue untuk mencegah timbulnya jamur dalam proses penetasan. Tahap selanjutnya sama dengan prosedur pembenihan ikan betta sampai berumur tiga bulan untuk dapat dibedakan jenis kelaminnya. Diharapkan dengan pemberian hormon steroid tersebut dapat memperbanyak ikan betta jantan sampai dengan 95 % dalam setiap pemijahan. (RAD)

Sumber :http://aa-cupang.blogspot.com/

IKAN CUPANG PEMAKAN JENTIK NYAMUK

Dengan datangnya musim hujan, biasanya terdapat wabah penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang pada musim hujan adalah penyakit demam berdarah yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypty.

Apabila disekitar pekarangan terdapat genangan air baik kolam, akuarium maupun bak – bak air sangat disarankan untuk pemeliharaan ikan cupang sebagai pemangsa jentik – jentik nyamuk yang merupakan penyebab sakit demam berdarah.

Adapun pemeliharaan ikan jenis tersebut adalah dengan kepadatan 2 ekor ikan per meter persegi. Dengan kepadatan tersebut sudah mampu memangsa jentik – jentik nyamuk dalam wadah air seluas satu meter persegi. Selain harganya murah, kedua jenis ikan itu juga tidak perlu diberi makan karena mereka mudah hidup di air yang bersih. Pembelian kedua jenis ikan itu marak sejak dua tahun terakhir ini. Biasanya kedua jenis ikan laku keras saat memasuki musim hujan seriring terjadinya peningkatan penyakit DBD.

Cara tersebut merupakan salah satu alternative pencegahan terhadap penyakit demam berdarah yang disarankan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan serta Dinas Kesehatan Kab. Sragen. ( Disnaknews – Bpr/Snt ), 23 Desember 2008

Sumber :

http://www.sragen.go.id/berita/berita.php?id=7341

14 Mei 2009

Harga
Harga ikan cupang hias ini beraneka ragam, umumnya terjangkau dan sesuai dengan nilai estetika yang ditawarkan dari ikan cupang tersebut. harga berkisar antara :
1. Rp 4000,- sampai dengan Rp 7000,- untuk kategori jantan lokal.
2. Rp 25.000,- sampai dengan Rp 100.000,- untuk kategori jantan impor.
3. Rp 200.000,- sampai dengan jutaan rupiah untuk ikan yang telah berhasil memenangi kontes.
4. Rp 500,- sampai dengan Rp 2000,- untuk betina lokal (beli di depan sekolah-sekolah dasar :P)
5. Rp 5000,- sampai dengan Rp 25.000,- untuk betina impor.

Kriteria Penilaian Cupang Hias
Dasar penilaian cupang hias adalah terletak pada dua faktor penting yaitu bentuk tubuh dan warna tubuh. Faktor bentuk tubuh yang menjadi tolok perhatian adalah serit dan ekor. Serit cupang bentuk baru yang dikatakan langka adalah berserit delapan dan silang. Ekor langka adalah ekor bentuk bulan (halfmoon). Warna langka dalam arti belum banyak terdapat di pasaran antara lain warna putih solid, kuning solid, coklat burgundi, keunguan dan tricolor. Biasanya dalam tiap kontes cupang hias yang diperlombakan di

kelompokkan ke dalam jenis senior (ukuran tubuh 7,5 cm ke atas) untuk warna dasar, kombinasi dan warna maskot; jenis medium (ukuran tubuh 5,5 cm – 7,5 cm) untuk warna dasar, kombinasi dan warna maskot; ukuran small; dan unik. Cupang yang baik memiliki ekor lebar dan serit tebal. Ukuran ekor harus sama dengan serit dan berbentuk 180 o. Letak ekor seimbang dalam arti di tengah-tengah dan tidak menjorok ke atas. Ikan yang baik tidak berwarna transparan di bagian ekor dan memiliki erit di bagian siripnya. Keserasian warna biasanya dinilai 30 poin, keindahan berilai 20 poin, kerapihan dinilai 20 poin, kesehatan & mental bernilai 20 poin dan ukuran tubuh cupang 10 poin.

Sumber : http://indo-hobbies.blogspot.com/

Daun Ketapang Dari Betta Media – Ensiklopedi Ikan Cupang

Almond Leaves atau Daun ketapang merupakan tanaman kayu yang berasal dari daerah sekitar Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Brunei dan Indonesia.
Dalam keseharian, daun yang lebar dan berurat ini sering digunakan sebagai ramuan obat sakit kulit. Selain itu, daun ini juga digunakan untuk mengatasi disentri, sakit kepala dan hipertensi.
Namun selain untuk manusia, daun ketapang juga digunakan untuk menunjang kesehatan ikan cupang. Daun ketapang ini terbukti sangat baik untuk memelihara dan membudidayakan cupang hias. Daun ketapang yang disebut daun Indian Almond (Amerika) dan daun Huu Kwang (Thailand) merupakan bahan baku alam yang bisa menyebabkan air berubah warna menjadi kuning gelap. Telah lama diketahui bahwa cupang sangat menyukai hidup dalam air yang berwarna gelap itu di alam bebas.
Daun ketapang ini merupakan resep tradisional yang mengandung bahan organik yang bermanfaat bagi kesehatan ikan cupang. Selain membuat ikan tidak mudah terserang jamur, daun ketapang juga bisa mencerahkan warna tubuh ikan.

Setelah melalui penelitian, diketahui bahwa daun ketapang mengandung sejenis bahan aktif yang mampu membunuh jamur dan parasit. Daunnya mengandung organic acid, zat tanin, dan flavonoid. Dalam pemeliharaan cupang, getah daun ketapang dapat meningkatkan pH air dan menyerap bahan beracun yang berbahaya bagi kesehatan ikan.

Daun ketapang banyak mengandung asam humay yang mengandung mineral, seperti sulfur, nitrogen, fosfor, magnesium dan tembaga. Mineral-mineral tersebut mampu menumbuhkan bakteri cyano baik dalam air yang berguna bagi kesehatan ikan. Asam humat (huci acid) juga mampu mendetoksifikasi air dan menyerao bernagai senyawa berbahaya seperti klorin dan alumunium.
Cara menggunakannya ialah rendam daun ketapang yang benar-benar kering kedalam air yang akan digunakan untuk memelihara ikan cupang. Daun ketapang harus kering karena daun yang masih muda dan bergetah justru akan melekat dibadan ikan. Daun ketapang juga bisa direndam dalam toples atau wadah yang berbeda agar air rendaman yang dihasilkan bisa lebih kental dan lebih banyak. Jika memerlukannya, tinggal meneteskannya kedalam akuarium cupang secukupnya.

Pada pembudidayaan cupang, daun ketapang tersebut dimasukkan kedalam wadah pemijahan dan dibiarkan mengambang di permukaan air. Daun ketapang juga bisa digunakan oleh cupang sebagai sarang telur.
Sumber : http://bettamedia.com/index.php?title=Daun_Ketapang
Ketapang laut agak lebih baik di banding ketapang biasa, dan pohon ketapang jenis ini biasanya tumbuh dekat dengan pantai rendaman daun ini bersih tak berminyak seperti ketapang darat, untuk wilayah Jakarta Barat bisa menghubungi melaluai telp. Untuk keterangan lebih lanjut bisa lihat di http://indbettafightingclub.forumotion.com/t73-daun-ketapang-laut


»

  1. Aku sudah mengkawinkan ikan cupang , busa/buihnya sudah banyak.tetapi aku tunggu sampai 3 hari,lalu aku lihat gak ada 1 pun Burayak yg trlht.bagaimana solusinya boy?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s