Malang (ANTARA) – Chairman John Caine Center, M. Najib Salim Barack Atamimi, menyatakan, patroli bersama yang digagas Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia dan Panglima Angkatan Tentara Diraja Malaysia di perairan Ambalat hanya basa-basi belaka.

“Patroli bersama yang sudah disepakati dan sudah berjalan sejak krisis Ambalat 2005 sebaiknya dihentikan, karena kenyataannya Malaysia terus melakukan provokasi dengan melakukan pelanggaran masuk wilayah kedaulatan NKRI lebih dari 100 kali,” tegas Najib di Malang, Jumat.

Menurut dia, bahaya utama yang sering terjadi di perairan Ambalat bukan ubur-ubur atau otong-otong, tetapi masuknya kapal Angkatan Tentara Diraja Malaysia sehingga patroli bersama antara kedua negara harus dihentikan secepatnya.

Secara tegas Najib menyatakan, pemerintah Indonesia harus jelas dan tegas, tidak perlu negosiasi atau diplomasi semu, sebab memang tidak ada yang harus dinegoisasikan termasuk kunjungan anggota DPR RI ke Malaysia juga tidak perlu sama sekali.

Apabila pemerintah Indonesia tidak tegas dan membiarkan kondisi perbatasan tetap seperti selama ini, katanya, hanya menunggu waktu nasib Ambalat berujung seperti Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan.

“Batas wilayah kita di perairan Ambalat sudah jelas dan secara teritorial Ambalat juga masuk wilayah Indonesia sehingga siapapun yang memasuki wilayah teritorial kita hukumnya juga jelas, tidak perlu persepsi-persepsi lain apalagi ada negosiasi dan patroli bersama. Kita yang rugi,” tegasnya.

Ia mengakui, pertahanan Indonesia di wilayah perbatasan sangat lemah dan kesungguhan untuk mengurus teritorial juga minim.

Pemerintah sering mengatakan, kawasan perbatasan adalah “beranda” negara, tetapi faktanya tidak ada upaya serius dari pemerintah untuk mempercepat pembangunan di kawasan itu, bahkan ada kesan wilayah itu tidak ada pemiliknya.

“Kalau kita tidak ingin dilecehkan negara lain dan kehilangan wilayah karena satu demi satu `dicaplok` negara lain, maka kita harus tegas. Toh batas-batas teritorialnya sudah jelas, jangan takut dengan negara lain, kalau memang itu wilayah kita,” tegasnya.

Detik com (27 Juni 2009)

Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali menetapkan status KLB (kejadian luar biasa) Influenza H1N1 dengan ditemukan dua warga negara asing positif terjangkit virus ini.

“Dengan ditemukannya kasus ini dan belum pernah terjadi sebelumnya maka Bali ditetapkan sebagai status KLB influensa H1N1,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Sutedja, Sabtu (27/6/2009).

Untuk pertama kalinya di Bali ditemukan dua warga asing yang terjangkit flu babi, yaitu bocah asal Australia George Coltman (10) dan Bobie Masoner (22) asal Inggris yang menetap di Australia. Bobie kini telah dinyatakan sehat dan terbebas dari flu babi.

Sementara, dua warga negara Australia lainnya, yaitu Tayla Mario (14) dan James Antonuccio (10) yang berstatus suspect flu babi masih menjalani perawatan intensif di RSUP Sanglah, Denpasar.

Sutedja menjelaskan, Bali ditetapkan sebagai KLB flu babi bukan dilihat dari jumlah penderitanya. “Tetapi karena belum pernah terjadi di Bali,” katanya.

Mengantisipasi merebaknya kasus ini, pemerintah Provinsi Bali meminta agar pengawasan dan pemeriksaan terhadap penumpang internasional diperketat serta menambahkan therma scanner. Klinik dan hotel di Bali juga diminta bekerja sama dengan menyediakan masker
serta obat-obatan.

9f6ea554a846fed2Mahasiswa Ber-‘Facebook’ IPK-nya Lebih Rendah MAHASISWA pengguna situs jaringan social Facebook memiliki peringkat yang lebih rendah di kampus daripada yang tindak menggunakannya. Demikian survey yang dilakukan Aryn Karpinski, peneliti pendidikan Ohio State University. Dalam penelitiannya, Karpinski menemukan bahwa pengguna Facebook pada mahasiswa sekitar 85%, sedangkan pengguna Facebook yang telah lulus kuliah sekitar 52%. Juga ditemukan bahwa mahasiswa pengguna memiliki indeks prestasi Kumulatif (IPK) paling tinggi antara 3,00 – 3,50, sedangkan yang tidak menggunakan bias lebih tinggi, yakni antara 3,50-4,00. Para pengguna situs juga memiliki waktu belajar antara satu hingga lima jam per minggu, sedangkan yang tidak menggunakan Facebook memiliki waktu belajar 11-15 jam per minggu. Disamping itu, mahasiswa yang bekerja lebih sedikit waktunya terbuang untuk Facebook.

detikcom – Senin, Juni 8

Kasus mirip Prita Mulyasari terjadi pada Khoe Seng Seng. Bila Prita menulis dalam email, Khoe menulis di surat pembaca sebuah koran nasional. Khoe kini menghadapi tuntutan pidana 1 tahun penjara.

“Dia bersama Winny dilaporkan pengembang ITC Mangga Dua PT Duta Pertiwi ke Mabes Polri pada November 2006 lalu, karena menulis surat pembaca di Kompas dan Suara Pembaruan,” kata Kepala Divisi Litigasi LBH Pers, Sholeh Ali, saat dihubungi melalui telepon, Senin (8/6/2009).

Khoe juga telah kalah di perdata dan mesti membayar denda Rp 1 miliar dalam putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Sedang sidang pidana dia masih diadili di PN Jakarta Timur dan akan kembali disidangkan pada 17 Juni dengan agenda pembacaan pledoi.

“Jadi dia dulu membeli ruko di Mangga Dua, yang dikelola PT Duta pertiwi, tapi ternyata kios yang dia beli itu tanah milik pemda dan tanah itu statusnya hanya hak pengelolaan lahan (HPL) bukan hak milik,” jelas Sholeh.

Lalu surat pembaca Khoe dimuat di 26 September 2006 di Kompas dan pada 21 November 2006 di Suara Pembaruan.

“Dia merasa dirugikan karena statusnya hanya HPL, artinya kalau dijual lebih murah. Ini tidak sesuai dengan perjanjian semula. Dia sudah meminta surat penjelasan tapi tidak diindahkan, kemudian sempat diancam-ancam dan akhirnya membuat surat pembaca,” jelasnya.

Namun yang aneh, lanjut Sholeh yang juga masuk dalam tim advokasi bagi Khoe Seng Seng dan Winny, kasus seperti ini ditangani Mabes Polri dan kasusnya juga dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Kedua terdakwa itu diancam pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik, pasal yang juga dijeratkan pada Prita. “Masa kasus seperti ini ditangani Mabes Polri. Apalagi saat sidang korban (pengembang) tidak pernah dihadirkan jaksa, hanya saksi saja,” tambahn

Surabaya (ANTARA) Konsumsi rokok diyakini sebagai salah satu indikator kemiskinan masyarakat Indonesia selama ini, akibatnya perilaku tersebut tidak hanya dapat mengurangi pendapatan, belanja bulanan keluarga, hingga berujung pada kematian.

“Saya pernah menemukan kesaksian ada seorang sopir berpenghasilan Rp50 ribu sehari dengan empat anak yang kedua anaknya tidak sekolah dengan alasan biaya. Anehnya, sopir tersebut mampu menghabiskan uang Rp24 ribu per hari untuk membeli tiga pak rokok. Sementara, ia memberi uang belanja kepada istrinya sebesar Rp20 ribu sehari,” kata Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Abdillah Ahsan, di Surabaya, Kamis.

Ia mengakui, hal itu memang fenomena umum yang sering ditemui diantara masyarakat miskin di Indonesia.

“Meski sang kepala rumah tangga memiliki penghasilan terbatas, ia mengonsumsi rokok seperti layaknya kereta api,” katanya.

Menurut dia, merokok berdampak pada berkurangnya pendapatan yang bisa dibelanjakan untuk kepentingan lain seperti makanan yang sehat dan layak, biaya sekolah, dan sebagainya.

“Semisal, seorang kepala keluarga mengonsumsi rokok satu pak seharga Rp5 ribu per hari. Padahal, uang yang terbakar melalui rokok tersebut bisa dibelikan tiga butir telur yang mengandung banyak gizi untuk makan seluruh anaknya,” katanya.

Selain itu, kata dia, secara ilmiah terbukti bahwa merokok menimbulkan banyak masalah kesehatan dan meningkatkan biaya kesehatan yang jumlahnya bisa tiga kali lipat dari cukai rokok.

“Bahkan, lebih dari 70.000 penelitian di Amerika Serikat berhasil membuktikan bahaya merokok bagi kesehatan,” katanya.

Melihat beragam kenyataan itu, ia berharap, pemerintah mengambil sikap tegas. Salah satunya dengan menaikkan harga cukai rokok, melarang secara total iklan rokok, dan memasang peringatan bergambar mengenai bahaya merokok.

“Sekarang, besaran cukai rokok rata-rata baru 38 persen. Padahal, dalam Pasal 5 UU Nomer 39 Tahun 2007, pemerintah boleh mematok cukai hingga 57 persen. Namun, besaran itu ternyata masih rendah dibandingkan patokan cukai luar negeri yang mencapai 65 persen,” katanya.

Kontroversi lain, ia menjelaskan, mengenai usulan pelarangan iklan rokok secara total dengan alasan olahraga dan musik akan mati karena tidak ada sponsor. Bila dibandingkan dengan negara Thailand yang melarang total iklan rokok, apakah sepak bola Indonesia lebih baik dari Thailand karena sebagian besar masyarakatnya masih merokok.

“Meski tanpa iklan rokok, sepak bola Thailand lebih baik dari sepak bola nasional. Begitu halnya dengan musik, di luar negeri musiknya tetap hidup tanpa iklan rokok,” katanya.

Ketua Bidang Penyuluhan dan Pendidikan Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3), Fuad Baradja, menyesalkan, mengapa “political will” Indonesia lemah terhadap penanggulangan rokok. “Padahal, saat ini sudah ada sekitar 164 negara di dunia yang memiliki payung hukum terhadap hal itu,” katanya.

Sependapat dengan Ahsan, aktivis yang sudah berhenti merokok sejak tahun 1991 itu, menyarankan, agar cukai rokok dinaikkan sehingga harga rokok akan terkerek naik. Melalui kenaikan cukai itu, angka perokok yang khususnya dari rumah tangga termiskin akan berkurang.

“Jika hal itu sukses, bukan tidak mungkin jumlah perokok yang berasal dari keluarga terkaya juga turun. Akibatnya, bangsa ini akan terbebas dari rokok yang jelas merugikan diri sendiri dan orang tercinta di sekitar mereka,” katanya.

Kebiasaan merokok, menurut dia, memang dinilai menyenangkan oleh sebagian orang ini, tetapi justru memberi dampak negatif.

“Apalagi, terdapat sekitar 4.000 zat kimia dalam sebatang rokok yang menjadi sumber penyakit ataupun memperparah penyakit yang diderita seseorang,” katanya.

Detik.com (27 juni 2009)

Rhani Juliani datang ke Polda tidak hanya diperiksa sebagai saksi kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Rhani juga memberikan bukti keterlibatan Antasari dalam kasus itu.

“Ada,” ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/6/2009). Iriawan mengatakan itu saat ditanya ‘Dari Rhani adakah bukti kuat yang diberikan kepada polisi mengenai keterlibatan Antasari mengenai dalang pembunuhan’.

Namun Iriawan menolak menyebutkan bukti yang dibawa mantan caddy Padang Golf Modernland Tangerang itu. “Itu nanti di persidangan,” elaknya.

Polisi sudah mengumpukan barang bukti keterlibatan Ketua KPK yang diberhentikan sementara itu, antara lain CCTV pertemuan Antasari dan Sigid Wibisono di rumah Sigid. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari saksi yakni saksi IT KPK yang mengatakan nomor Rhani dan Nasrudin pernah disadap atas perintah Antasari.

Sementara itu mengenai pelimpahan berkas perkara kasus pembunuhan Nasrudin dengan tersangka Kombes Wiliardi Wizar dan Sigid, akan dilimpahkan ke Kejagung Senin (29/6/2009) depan.

“Untuk AA paling cepat pekan depannya lagi setelah berkas Wiliardi dan Sigid dilimpahkan Senin,” demikian Iriawan.

Situs blog buatan ku.

Kreasi foto dan Upload lagu MP3, MIDI, WAV etc Banyak situs web yang menyediakan konten gratisan, bahkan situs yang satu ini aplikasinya gak perlu repot-repot mendownloadnya. Isinyapun cukup beragam dari video editor (convert and edit favoriet video), Photo Editor (Upload foto untuk walpaper dsb), Ringtone maker (upload musik untuk dijadikan ringtone). Situs web ini ber alamat atau url http://www.cellsea.com.

Dengan situs ini pembaca tabloid PULSA bias berkreasi dengan baik tanpa mendownload aplikasinya baik yg trial ataupun versi gratisnya.

http://www.cellsea.com juga berisi review atau aplikasi yg ada di handphone untuk dilihat sendiri atau pun di kirim keteman lainnya.

Sekarang saya akan mengenalkan cara mempergunakan ringtone maker. Ringtone maker ini untuk memotong mp3 yg sudah di convert atau midi atau wav yg mungkin terlalu panjang untuk dipergunakan sebagai ringtone hp hingga memakan memori handphone tersebut, caranya mudah tinggal menggeser bagian blok musik dan krusornya disesuaikan keperluan kita.

  1. Masuk ke web http://www.cellsea.com lalu pilih file (Download & Fun)
  2. Pada file Download & Fun kamu pilih ringtone maker
  3. Di sini akan membuka jendela untuk berbagai pilihan diantarnya Browse yaitu untuk mencari file kamu di PC pada hardish, flasdish dsb berupa midi, wav atau mp3 yg sudah di convert hingga filenya tidak terlalu besar, serta dibawahnya berisi url wab atau wap tempat penyimpanan lagu tersebut.
  4. Setelah itu mucul jendela ringtone information dan kamu mengisi song art & song tags tapi saya coba tidak mengisi dan tak pengaruh apa2.
  5. Kemudian kamu geser krusor sesuai keinginanmu untuk memotong mp3, mid, atau wav yg sudah di uploads.
  6. Lalu kamu klik creatie ringtones
  7. Setelah itu akan mucul pilihan register dan login, kalau yg sebelumnya sudah login tinggal isi bagian login, dan yg belum login ya harus register dulu.
  8. Hasilnya bisa di copy ke pc atau di buka melalui wap di http://wap.cellsea.com dengan nomor kode yg sudah diberikan dengan meng klik gambar hp pada button, dan untuk memindahkah di pc tinggal klik button yg bergambar tanda panah arah kebawah.